Menu Utama

Login
User
Password

Berita


Setelah booming internet, suatu informasi dalam jumlah yang sangat besar tersedia di Web. Apakah itu berarti bahwa para pemakai dapat dengan mudah dan secara efektif menemukan informasi tertentu yang mereka cari? Jawabannya adalah tidak. Para pemakai mungkin perlu untuk mengakses masing-masing sumber informasi secara individu untuk mengumpulkan informasi yang terkait. Sebaliknya, query-query berdasarkan kata kunci dapat menghasilkan kesulitan untuk mengatur sejumlah hasil-hasil yang relevan. Demikian halnya yang terjadi dengan informasi mengenai turisme. Satu implementasi yang agresif dari web adalah di dalam industri turisme. Telah banyak usaha untuk menstandardisasi pertukaran data di dalam pasar-pasar turisme elektronik untuk menjangkau interoperabilitas global. Bagaimanapun standardisasi memerlukan biaya mahal dan memerlukan banyak waktu panjang untuk membentuknya. Sehingga perlu dilakukan sebuah model yang mendukung keterbatasan standarisasi untuk menghadapi tingginya keragaman sumber informasi. Penelitian ini akan mencari model permasalahan ini dengan mengkhususkan pada bidang pariwisata sesuai dengan semangat meningkatkan kunjungan wisata mancanegara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, maka kelompok peneliti dari Universitas Gunadarma mencoba mencari pendekatan solusi dari permasalahan tersebut. Tim peneliti mendapat dukungan dana dari program Hibah Bersaing Dikti Diknas anggaran 2009, 2010 dan 2011. Hasil penelitian tahun pertama (2009) adalah membuat onotlogi awal untuk pariwisiata di Indonesia. Tahun kedua (2010) mencoba membuat beberapa aplikasi sederhana berbasis ontologi untuk mengakases beberapa site penerbangan. Tahun ketiga (2011), menyempurnakan ontologi tahun pertama dengan memperkaya jumlah instanc atau individu yang dikandung.

Http://pariwisata.gunadarma.ac.id adalah keluaran dari hasil penelitian tersebut yaitu sebuah web yang berbasis semantik yang menyediakan informasi berkaitan dengan pariwisata, antara lain penerbangan, hotel, restaurant, sewa mobil, agen perjalanan, lembaga pemerintahan yang menangani pariwisata, tujuan wisata, ontologi pariwisata, link pariwisata dan search engine untuk jasa penerbangan.

Website pariwisata ini dapat memungkinkan pengguna memperoleh informasi jadwal penerbangan dari berbagai perusahaan penerbangan berdasarkan batasan waktu melakukan perjalanan. Informasi yang diperoleh disajikan dalam bentuk peringkat untuk memudahkan bagi pengguna dalam mengambil keputusan. Peringkat ini dibuat berdasarkan harga terendah untuk jadwal penerbangan yang sama dari berbagai perusahaan penerbangan. Sebagai contoh : seseoang ingin melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bali. Maka pengguna tersebut melalui website ini dapat memasukkan kapan ia akan melakukan perjalanan (sebagai batasan). Sesudah ia memasukkan waktu untuk melakukan perjalanan maka antarmuka akan mencari infromasi yang sesuai dengan batasan waktu tadi. Hasilnya berupa urutan jadwal penerbangan beserta harga yang harus dibayarkan dalam suatu antarmuka tunggal. Dengan demikian pengguna tersebut tidak perlu melakukan akses informasi ke bebrapa perusahaan penerbangan, kemudian melakukan perbandingan-perbandingan harga baru kemudian memutuskan akan menggunakan perusahaan penerbangan yang mana.